Saturday, 19 September 2015

Filled Under:

Puisi Angin Oleh :Sapardi Djoko Damono



Seandainya aku bukan,..
tapi kau angin
tapi kau tak letih-letihnya beringsut dari sudut kesudut kamar

Seandainya aku,..
tapi kau angin
nafasmu tersengal setelah sia-sia menyampaikan padaku tentang
perselisihan antara cahaya matahati dan warna-warna bunga

Seandainya..
tapi kau angin
jangan menjerit
semerbakmu memekakkanku

2 komentar: