Oleh karena itu, saya menulis beberapa pusi tentang seseorang yang sedang dilanda kegalauan, berikut salah satu puisinya yang berjudul Puisi Duka.
![]() |
tapi darah itu jangan biarkan terus menetes
tak perlu meraung
hidup terus berpegang
Disetiap mahkotanya
kalah ...
biar cuma sesaat
hidup mesti diraih...
Berlarilah kembali...
pada tingginya pucuk dedaunan...
Sesal...
Lalu pagi kembali menatapmu
meski beribukali kau tolak
Jalan kan slalu membentang sayapnya untukmu....

0 komentar:
Post a Comment